Salah satu jenis penyakit menular seksual adalah penyakit gonore atau yang dikenal dengan kencing nanah. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menjangkiti perempuan dan juga laki-laki.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2012, terdapat 78 juta orang penderita Gonore di seluruh dunia. Penyakit infeksi menular seksual seperti ini bukanlah kasus yang mudah untuk didata, lantaran masih adanya rasa malu untuk memeriksakan diri ke dokter seputar penyakit di alat kelamin. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia produktif, yaitu 15 hingga 49 tahun. Namun tidak jarang pula ditemukan kasus Gonore pada pasien yang berusia di atas 50 tahun.
Penyebab Penyakit Gonoreatau Kencing Nanah
Penyebab utama Gonore adalah bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae. Ketika manusia terpapar, bakteri tersebut akan menempel di selaput lendir yang terdapat pada rongga mulut, faring atau kerongkongan, saluran kemih, dan dubur.
Bakteri tersebut juga dapat menular melalui seks tidak aman melalui oral, anal, atau vaginal. Risiko infeksi juga dapat meningkat apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. Gejala gonore umumnya dapat terjadi sekitar 2-14 hari setelah Anda tertular.
Penularan Gonore bisa secara penetrasi, orogenital (oral-genital, terjadi karena melakukan oral seks dengan pengidap penyakit Gonore), dan anogenital (anus-genital, menular dari anal seks). Bakteri Neisseria Gonorrhoeae tidak bisa bertahan lama di udara bebas, dan akan mati jika tidak menemukan host atau inang berupa manusia. Oleh karena itu, seprei, handuk, pakaian, atau benda mati yang digunakan penderita Gonore tidak bisa menularkan penyakitnya. Masa inkubasinya pun tergolong cepat yaitu antara 2 hingga 5 hari.
Faktor risiko lain yang juga memengaruhi seseorang tertular penyakit gonore, jika Anda masih berusia muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, memiliki riwayat penyakit gonore sebelumnya, dan memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual
Berikut beberapa gejala penyakit gonore yang biasanya muncul pada wanita:
- Keluar cairan dari vagina (berair, kental menyerupai krim, sedikit kehijauan)
- Ketika buang air kecil, adanya sensasi nyeri dan rasa terbakar
- Frekuensi buang air kecil yang cukup sering
- Munculnya bercak darah atau perdarahan saat tidak sedang menstruasi
- Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual
- Rasa nyeri juga dirasakan pada perut bagian bawah atau nyeri panggul
- Bengkak pada vulva
- Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (ketika sudah melakukan seks oral)
- Demam
Gejala gonore pada pria:
- Keluarnya Nanah Dari Alat Kelamin
Bakteri penyebab Gonore akan merusak selaput lendir di saluran kencing pria, sehingga keluar nanah yang sangat terlihat.Nanah ini bentuknya seperti ingus, bewarna putih, bisa kekuningan atau kehijauan, dan bertekstur kental. Adanya bercak di celana dalam juga perlu diwaspadai sebagai gejala Gonore. Maka dari itu, penyakit Gonore sering disebut sebagai ‘pilek’ pada alat kelamin.
- Terasa Sakit atau Perih Saat Kencing
Akibat adanya nanah, saluran kemih akan saling menempel atau mampet. Saat berkemih, dorongan air seni akan memaksa keluar dari saluran yang mampet tersebut, sehingga terasa sakit atau perih.
- Ujung Penis Merah dan Bengkak
Tanda yang paling mudah dikenali adalah ketika ujung penis terlihat merah dan bengkak, serta mengeluarkan nanah. Karena dorongan dari air seni tadi, maka lubang kemih akan menjadi bengkak.
Jika Gonore menular melalui seks oral, pasien dapat menderita peradangan pada kerongkongan. Selain itu pasien juga bisa terinfeksi di saluran dubur jika tertular lewat seks anal.
5 Pencegahan penyakit gonore yang perlu diterapkan
Agar seks tak menjadi mimpi buruk, pencegahan gonore ini perlu diperhatikan dan diterapkan:
1. Setia pada satu pasangan
Seks bebas dan bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit menular seksual, termasuk gonore. Dengan demikian, cara terbaik melakukan pencegahan penyakit gonore adalah tidak sembarangan berhubungan seks atau senantiasa setia pada satu pasangan.
Anda mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa jika kita berhubungan seks dengan seseorang, otomatis kita juga berhubungan seks dengan partnernya di masa lalu. Semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan, semakin besar pula kemungkinan risiko penyakit menular seksual dari partner Anda tersebut.
2. Gunakan kondom
Kondom membantu mencegah berbagai infeksi menular seksual seperti gonore, bahkan hingga 98%. Penggunaan kondom pun semakin wajib jika Anda tidak mengetahui status kesehatan partner seksual Anda. Tak dipungkiri, banyak orang yang tidak jujur dan terbuka dengan kondisi kesehatannya saat berhubungan seks sehingga penggunaan kondom menjadi wajib.
3. Cek rutin status kesehatan Anda dan pasangan
Semua kalangan yang aktif berhubungan seksual sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan gonore secara berkala. Kelompok yang berisiko mengalami penyakit ini termasuk individu yang baru menjalani hubungan dan akan berhubungan seks, individu yang memiliki banyak pasangan, atau individu yang pasangannya menderita IMS tertentu.
4. Terbuka pada pasangan
Mengetahui status Anda dan pasangan membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, tak terkecuali gonore. Hal ini harus dengan catatan bahwa Anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain.
5. Tidak berhubungan seks jika pasangan menunjukkan gejala
Apabila pasangan dan partner Anda menunjukkan gejala infeksi menular seksual, Anda sangat disarankan untuk menunda hubungan intim terlebih dahulu. Gejala yang dapat diidentifikasi yakni ruam dan luka pada area genital pasangan, atau pasangan mengaku mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil.
Sumber:
https://cantik.tempo.co/read/1367415/gonore-pada-wanita-mirip-infeksi-jamur-vagina-kenali-gejalanya
https://id.theasianparent.com/penyakit-gonore/









