Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.
Scabies menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang dekat dalam keluarga, kelompok penitipan anak, kelas sekolah, panti jompo atau penjara.
Karena kudis sangat menular, dokter sering merekomendasikan pengobatan untuk seluruh keluarga atau kelompok kontak.
Gejala Kudis
- Gejala scabies yang muncul bisa bervariasi, tergantung apakah kamu sudah pernah terkena tungau sebelumnya atau tidak. Saat seseorang terkena tungau kudis pertama kali, diperlukan waktu sampai 2-6 minggu sampai gejala timbul. Jangka waktu tersebut akan lebih pendek pada serangan berikut nya karena sistem kekebalan tubuh lebih cepat bereaksi, yaitu 1-4 hari.
- Gejala scabies yang paling umum adalah rasa gatal yang dapat memburuk di malam hari, karena pada saat itulah, tungau kudis menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain.
- Selain gatal, ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur juga bisa muncul ketika tungau menggali ke dalam kulit. Ruam akibat kudis juga bisa menjadi luka bila pengidap menggaruk kulitnya. Hati-hati, luka terbuka bisa menyebabkan impetigo.
Cara pengobatan penyakit scabies
Scabies biasanya didiagnosis dengan cara melihat sejarah pasien dan pemeriksaan fisik lesi atau benjolan. Tes-tes diagnosa yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:
1. Memeriksa gerut atau goresan pada kulit untuk mengidentifikasi tungau atau telurnya.
2. Dermoscopy (pemeriksaan kulit) menggunakan dermoscope genggam untuk mencari tungau.
3. Dokter menggunakan pita perekat yang kuat kemudian ditempelkan pada kulit. Setelah itu perekat dilepaskan dan dilhat di bawah mikroskop untuk memeriksa tungau.
4. Aplikasikan krim tropikal
Pengobatan yang bisa dicoba untuk mengobati penyakit Scabies, bisa menggunakan krim topikal, seperti permetrin atau Elimite, yang diaplikasikan langsung ke kulit dari leher ke telapak kaki. Krim harus dipakai semalaman kemudian dicuci setelah 8 sampai 14 jam.
Biasanya pemakaian krim untuk kedua kalinya dianjurkan satu sampai dua minggu setelahnya. Krim topikal lainnya juga termasuk krim atau losion crotamiton, crotan, eurax, lindane namun tidak dianjurkan sebagai pilihan pertama pengbatan karena adanya resiko kejang, salep sulfur, dan benzil benzoat.
5. Obat Oral
The Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan dosis 200 mcg / kg sebagai dosis tunggal, yang diulang dalam dua minggu.
6. Antihistamin
untuk mengobati rasa gatal, kmau dapat mengkonsumsi obat seperti diphenhydramine (Benadryl) yang juga membantu tidur nyenyak.
Sumber:
https://amp.kompas.com/health/read/2020/10/07/180300868/scabies-atau-kudis--gejala-penyebab-dan-cara-mengobati
https://www.halodoc.com/kesehatan/kudis
https://m.liputan6.com/health/read/3920586/penyakit-scabies-kudis-penyebab-dan-gejala-serta-pegobatannya













