Minggu, 08 November 2020

SCABIES

 



     Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Scabies menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang dekat dalam keluarga, kelompok penitipan anak, kelas sekolah, panti jompo atau penjara.


Karena kudis sangat menular, dokter sering merekomendasikan pengobatan untuk seluruh keluarga atau kelompok kontak.


Gejala Kudis

  • Gejala scabies yang muncul bisa bervariasi, tergantung apakah kamu sudah pernah terkena tungau sebelumnya atau tidak. Saat seseorang terkena tungau kudis pertama kali, diperlukan waktu sampai 2-6 minggu sampai gejala timbul. Jangka waktu tersebut akan lebih pendek pada serangan berikut nya karena sistem kekebalan tubuh lebih cepat bereaksi, yaitu 1-4 hari.

  • Gejala scabies yang paling umum adalah rasa gatal yang dapat memburuk di malam hari, karena pada saat itulah, tungau kudis menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain.

  • Selain gatal, ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur juga bisa muncul ketika tungau menggali ke dalam kulit. Ruam akibat kudis juga bisa menjadi luka bila pengidap menggaruk kulitnya. Hati-hati, luka terbuka bisa menyebabkan impetigo.


Cara pengobatan penyakit scabies

Scabies biasanya didiagnosis dengan cara melihat sejarah pasien dan pemeriksaan fisik lesi atau benjolan. Tes-tes diagnosa yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:


1. Memeriksa gerut atau goresan pada kulit untuk mengidentifikasi tungau atau telurnya.


2. Dermoscopy (pemeriksaan kulit) menggunakan dermoscope genggam untuk mencari tungau.


3. Dokter menggunakan pita perekat yang kuat kemudian ditempelkan pada kulit. Setelah itu perekat dilepaskan dan dilhat di bawah mikroskop untuk memeriksa tungau.


4. Aplikasikan krim tropikal

Pengobatan yang bisa dicoba untuk mengobati penyakit Scabies, bisa menggunakan krim topikal, seperti permetrin atau Elimite, yang diaplikasikan langsung ke kulit dari leher ke telapak kaki. Krim harus dipakai semalaman kemudian dicuci setelah 8 sampai 14 jam.

Biasanya pemakaian krim untuk kedua kalinya dianjurkan satu sampai dua minggu setelahnya. Krim topikal lainnya juga termasuk krim atau losion crotamiton, crotan, eurax, lindane namun tidak dianjurkan sebagai pilihan pertama pengbatan karena adanya resiko kejang, salep sulfur, dan benzil benzoat.


5. Obat Oral

The Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan dosis 200 mcg / kg sebagai dosis tunggal, yang diulang dalam dua minggu.


6. Antihistamin

untuk mengobati rasa gatal, kmau dapat mengkonsumsi obat seperti diphenhydramine (Benadryl) yang juga membantu tidur nyenyak.





Sumber:

https://amp.kompas.com/health/read/2020/10/07/180300868/scabies-atau-kudis--gejala-penyebab-dan-cara-mengobati

https://www.halodoc.com/kesehatan/kudis

https://m.liputan6.com/health/read/3920586/penyakit-scabies-kudis-penyebab-dan-gejala-serta-pegobatannya

Osteoporosis

 


Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur kandungan mineral dalam tulang dan disertai rusaknya bagian dalam tulang. Tulang pun menjadi keropos dan rentan mengalami patah tulang.


Cedera yang umum terjadi pada penderita osteoporosis adalah:

  • Retak tulang pergelangan tangan
  • Retak tulang pinggul
  • Retak tulang belakang


A. Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteoporosis (tulang keropos)?

Gejala utama dari osteoporosis yang bisa terasa adalah tulang mudah patah karena insiden kecil, seperti terjatuh, terpeleset, bersin, dan lain sebagainya.


Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dapat muncul beberapa gejala osteoporosis lainnya, di antaranya adalah:

  • Nyeri tulang punggung bawah.
  • Nyeri leher.
  • Postur tubuh bungkuk.
  • Penurunan tinggi badan secara bertahap.
  • Mudah sekali mengalami patah tulang.

Jika kondisi tersebut tidak segera diobati, tulang yang keropos bisa semakin memburuk dari waktu ke waktu. Ketika struktur dan komposisi tulang sudah semakin menipis dan melemah, risiko patah tulang kemudian meningkat.


B. Penyebab dan Faktor Risiko Osteoporosis 

Osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kemampuan tubuh untuk meregenerasi tulang. Hal ini berdampak pada berkurangnya kepadatan tulang. Penurunan kemampuan regenerasi ini biasanya akan dimulai saat seseorang memasuki usia 35 tahun.

Selain faktor usia, berikut ini adalah beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis:


  1. Berjenis kelamin wanita, terutama setelah menopause
  2. Memiliki keluarga dengan riwayat osteoporosis
  3. Mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium
  4. Mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium
  5. Mengalami gangguan hormonal dan penyakit tertentu, seperti penyakit Crohn atau malabsorbsi
  6. Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama
  7. Mengalami kecanduan alkohol
  8. Merokok



C. Pengobatan Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis yang akan diberikan tergantung pada tingkat keparahannya. Jika penderita osteoporosis sangat berisiko untuk mengalami patah tulang, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meningkatkan kepadatan tulang, seperti:

  • Bifosfonat
  • Antibodi monoklonal
  • Terapi hormon

Jika diperlukan, penderita osteoporosis dapat diberikan obat yang bisa meningkatkan pembentukan tulang, seperti teriparatide dan abaloparatide.


D. Pencegahan Osteoporosis

Penyebab osteoporosis bisa dicegah dengan menghindari penyebab-penyebabnya. Rajin olahraga dan memenuhi kebutuhan vitamin D serta nutrisi lain yang dibutuhkan tulang dan kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa menurunkan resiko osteoporosis yang mungkin Anda miliki.





Sumber:

https://amp.kontan.co.id/news/penyebab-osteoporosis-meningkat-karena-faktor-faktor-ini

https://www.alodokter.com/osteoporosis

https://hellosehat.com/muskuloskeletal/osteoporosis/pengertian-osteoporosis/

https://m.klikdokter.com/penyakit/osteoporosis


Leukimia

 




Leukimia adalah kanker yang menyerang sumsum tulang belakang. Sumsum tulanglah yang biasanya memproduksi sel darah putih, sel darah merah, serta trombosit. Leukimia terjadi saat proses produksi yang normal ini terganggu. Gangguan tersebut akan menyebabkan terjadinya sel-sel sumsum muda yang disebut “leukemic blasts“. Sel “leukemic blast“ ini kemudian akan mengalahkan jumlah sel-sel sumsum normal yang menyebabkan berkurangnya sel darah yang normal.


Penyebab leukimia : 


1. terapi

Kemoterapi merupakan cara untuk mengobati penyakit menggunakan zat kimia. Pengobatan secara kemoterapi memiliki beberapa efek samping seperti rambut rontok, mual, diare, dan infeksi.

2. Faktor genetik

Salah satu penyebab leukemia pada anak adalah faktor genetik.  penelitian anak yang mempunyai saudara kembar penderita leukemia sebelum umur 7 tahun, berisiko 2 kali lebih tinggi menderita leukimia dibandingkan dengan anak kembar yang tidak menderita leukemia.

3. Radiasi ion

Radiasi ion adalah salah satu faktor penyebab terjadinya leukemia. Besarnya risiko tergantung dari waktu paparan, tingkat radiasi, serta usia orang tersebut.

4. Radiasi non-ion

Contoh radiasi yang bersifat non-ion adalah radiasi medan elektromagnetik. Radiasi tersebut terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang dapat meningkatkan resiko leukemia.

5. Menderita down’s syndrome

Hubungan antara down’s syndrome dan leukemia sudah diketahui lebih dari 50 tahun. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pasien down syndrome memiliki risiko 10-20 kali lebih tinggi daripada populasi umum.

6. Alkohol

Wanita yang mengonsumsi alkohol selama masa kehamilannya dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia.

7. Riwayat reproduksi orang tua

Faktor reproduksi orang tua dapat berpengaruh terhadap risiko leukemia pada anak. Menurut penelitian, wanita yang pernah mengalami keguguran sebanyak 2 kali atau lebih, memiliki risiko lebih tinggi untuk mempunyai anak yang menderita leukemia.

8. Kurangnya pemberian ASI

Menyusui merupakan salah satu langkah awal untuk menghasilkan imunitas pasif pada anak yang baru lahir. Pemberian ASI dapat melindungi anak dari berbagai jenis infeksi.

9. Faktor ekonomi

Salah satu alasan utama rendahnya angka ketahanan hidup penderita leukemia di Indonesia adalah karena penolakan pengobatan. Hal tersebut dapat dihubungkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat.

Sebuah penelitian dilakukan di rumah sakit di Indonesia dengan 164 pasien terdiagnosa leukemia.

10. Penggunaan bahan kimia di rumah tangga

Penggunaan bahan kimia di rumah menjadi salah satu faktor peningkatan leukemia pada anak.


Tanda dan gejala leukimia yang umum dirasakan, antara lain:


  1. Demam atau kedinginan
  2. Kelelahan terus-menerus
  3. Mengalami infeksi yang parah
  4. Penurunan berat badan
  5. Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  6. Terjadi pembesaran hati atau limpa
  7. Mudah berdarah atau memar
  8. Mimisan secara berulang
  9. Muncul bintik-bintik kecil di kulit

Selain itu, penderita penyakit leukimia juga akan mengalami nyeri pada tulang dan mengeluarkan keringat berlebih, terutama pada malam hari.



Pengobatan Leukemia:

  • Kemoterapi, yaitu metode pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat dapat berbentuk tablet minum atau suntik infus.
  • Terapi imun atau imunoterapi, yaitu pemberian obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan sel kanker. Jenis obat yang digunakan, misalnya interferon.
  • Terapi target, yaitu penggunaan obat-obatan untuk menghambat produksi protein yang digunakan sel kanker untuk berkembang. Contoh jenis obat yang bisa digunakan adalah penghambat protein kinase, seperti imatinib.
  • Radioterapi, yaitu metode pengobatan untuk menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi.
  • Transplantasi sumsum tulang, yaitu prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.


Pencegahan Leukemia : 

Belum ada cara yang efektif untuk mencegah leukemia hingga saat ini. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko Anda terkena leukemia, di antaranya:


  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menggunakan alat pelindung diri, terutama jika Anda bekerja di lingkungan yang rentan terpapar bahan kimia, seperti benzena.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi kanker sejak dini, terutama jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga.




Sumber:

https://id.parkwaycancercentre.com/informasi-kanker/jenis-kanker/apakah-itu-leukimia/

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/

https://www.alodokter.com/leukemia

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/leukimia/

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/


Rabu, 04 November 2020

Bronkitis

 


Bronkitis merupakan peradangan yang menyerang saluran utama pernapasan atau disebut juga bronkus. Bronkus sendiri merupakan saluran pernapasan yang berfungsi untuk membawa udara dari paru-paru maupun sebaliknya. Gejala umum penyakit ini yaitu penderita mengalami batuk tak berkesudahan selama satu hingga dua minggu atau bahkan lebih. Berikut hal mengenai penyakit ini yang patut Anda ketahui:

Bronkus adalah percabangan dari trakea yang memproduksi lendir untuk menangkap debu dan partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Penyakit bronkitis merupakan peradangan dari lapisan cabang tenggorokan yang membawa udara dari dan ke paru-paru. Penyakit ini berkembang ketika infeksi dan iritasi memengaruhi bronkus dan menyebabkan bronkus memproduksi lebih banyak lendir dari keadaan normal, sehingga tubuh akan berusaha mengeluarkan lendir dengan batuk.


Penderita bronkitis biasanya sering batuk disertai dengan lendir dengan warna yang berbeda-beda. Penyakit bronkitis bisa akut dan kronik. Bronkitis akut sangat umum disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, sedangkan bronkitis kronik adalah kondisi yang lebih serius, dimana terdapat iritasi atau peradangan pada lapisan cabang tenggorokan dan biasanya disebabkan karena merokok.  


Berdasarkan lama terkenanya, bronkitis dibagi menjadi 2 tipe: 


Bronkitis akut. 

Pada bronkitis akut gejala batuk akan berlangsung selama 5 hari sampai beberapa minggu. 

  • Produksi lendir yang bisa berubah warna dari putih, kuning, hijau dan tidak jarang disertai darah
  • Demam ringan dan meriang
  • Sakit tenggorokan
  • Badan terasa selalu lelah

Ketika seseorang menderita penyakit bronkitis akut, penderita mungkin akan mengalami gejala seperti kedinginan atau merasakan sakit di seluruh badan. Gejala tersebut akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dan penderita akan terus mengalami batuk yang tiada henti dalam beberapa minggu.


Bronkitis kronis. 

Kondisi ini adalah jika gejala-gejala di atas berlangsung selama lebih dari 3 bulan. 

  • Batuk yang terus menerus selama lebih dari 3 bulan dan serangan berulang 2 tahun berturut-turut yang disertai dahak jernih, kuning, putih atau hijau
  • Bersin
  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Napas yang pendek


Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan pilek dan flu. Walaupun lebih jarang, bakteri kadang menyebabkan bronkitis. Virus mengandung jutaan partikel yang keluar dari mulut atau hidung ketika seseorang batuk atau bersin. Virus tersebut akan tinggal di udara untuk sementara waktu, dan kemudian menetap di berbagai permukaan seperti dinding atau meja. Virus ini dapat tetap aktif selama lebih dari 24 jam.


Apabila seseorang menyentuh tempat yang telah terpapar virus, mereka dapat menyebarkan virus tersebut dengan cara menyentuh orang lain. Antibiotik tidak membunuh virus, sehingga pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak terlalu berefek untuk mengobati bronkitis. Penyebab umum dari penyakit bronkitis adalah karena merokok. polusi udara, debu dan gas beracun dalam lingkungan atau tempat kerja juga merupakan salah satu penyebab penyakit bronkitis.


Faktor-faktor yang dapat memicu penyakit bronkitis:


Merokok. 

Perokok aktif dan perokok pasif memiliki risiko yang lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronik.

Daya tahan tubuh rendah. 

Penyakit bronkitis dapat juga sebagai akibat dari penyakit lain seperti pilek, atau kondisi kronik yang memengaruhi sistem imun. Orang yang lebih tua, bayi dan anak-anak memiliki kondisi yang lebih mudah terserang penyakit tersebut.

Terkontaminasi kuman penyebab dalam pekerjaan.

 Risiko terkena penyakit bronkitis lebih besar ketika seseorang bekerja di lingkungan yang tercemar, seperti pabrik tekstil, atau terpapar zat kimia.

Sakit maag. 

Naiknya asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan tenggorokan sehingga dapat memicu bronkitis.




Sumber :

https://lifepack.id/penyakit-bronkitis-gejala-penyebab-dan-penanganan/ 0362-21146

 https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/bronkitis-22

https://www.sehatq.com/artikel/bronkitis-kronis-gejala-penyebabnya

https://www.suara.com/health/2019/09/12/151000/mengenal-gejala-awal-bronkitis-penyakit-yang-pernah-diderita-bj-habibie



Kamis, 29 Oktober 2020

Mengenal Bahaya Penyakit Gonore

 


Salah satu jenis penyakit menular seksual adalah penyakit gonore atau yang dikenal dengan kencing nanah.  Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menjangkiti perempuan dan juga laki-laki.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2012, terdapat 78 juta orang penderita Gonore di seluruh dunia. Penyakit infeksi menular seksual seperti ini bukanlah kasus yang mudah untuk didata, lantaran masih adanya rasa malu untuk memeriksakan diri ke dokter seputar penyakit di alat kelamin. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia produktif, yaitu 15 hingga 49 tahun. Namun tidak jarang pula ditemukan kasus Gonore pada pasien yang berusia di atas 50 tahun.


Penyebab Penyakit Gonoreatau Kencing Nanah

Penyebab utama Gonore adalah bakteri bernama Neisseria Gonorrhoeae. Ketika manusia terpapar, bakteri tersebut akan menempel di selaput lendir yang terdapat pada rongga mulut, faring atau kerongkongan, saluran kemih, dan dubur. 

Bakteri tersebut juga dapat menular melalui seks tidak aman melalui oral, anal, atau vaginal. Risiko infeksi juga dapat meningkat apabila melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan kondom. Gejala gonore umumnya dapat terjadi sekitar 2-14 hari setelah Anda tertular. 

Penularan Gonore bisa secara penetrasi, orogenital (oral-genital, terjadi karena melakukan oral seks dengan pengidap penyakit Gonore), dan anogenital (anus-genital, menular dari anal seks). Bakteri Neisseria Gonorrhoeae tidak bisa bertahan lama di udara bebas, dan akan mati jika tidak menemukan host atau inang berupa manusia. Oleh karena itu, seprei, handuk, pakaian, atau benda mati yang digunakan penderita Gonore tidak bisa menularkan penyakitnya. Masa inkubasinya pun tergolong cepat yaitu antara 2 hingga 5 hari. 

Faktor risiko lain yang juga memengaruhi seseorang tertular penyakit gonore, jika Anda masih berusia muda, melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, memiliki riwayat penyakit gonore sebelumnya, dan memiliki riwayat penyakit infeksi menular seksual


Berikut beberapa gejala penyakit gonore yang biasanya muncul pada wanita:


- Keluar cairan dari vagina (berair, kental menyerupai krim, sedikit kehijauan)

- Ketika buang air kecil, adanya sensasi nyeri dan rasa terbakar

- Frekuensi buang air kecil yang cukup sering

- Munculnya bercak darah atau perdarahan saat tidak sedang menstruasi

- Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual

- Rasa nyeri juga dirasakan pada perut bagian bawah atau nyeri panggul

- Bengkak pada vulva

- Rasa terbakar atau panas di tenggorokan (ketika sudah melakukan seks oral)

- Demam



Gejala gonore pada pria:

  • Keluarnya Nanah Dari Alat Kelamin

Bakteri penyebab Gonore akan merusak selaput lendir di saluran kencing pria, sehingga keluar nanah yang sangat terlihat.Nanah ini bentuknya seperti ingus, bewarna putih, bisa kekuningan atau kehijauan, dan bertekstur kental. Adanya bercak di celana dalam juga perlu diwaspadai sebagai gejala Gonore. Maka dari itu, penyakit Gonore sering disebut sebagai ‘pilek’ pada alat kelamin.

  • Terasa Sakit atau Perih Saat Kencing

Akibat adanya nanah, saluran kemih akan saling menempel atau mampet. Saat berkemih, dorongan air seni akan memaksa keluar dari saluran yang mampet tersebut, sehingga terasa sakit atau perih.

  • Ujung Penis Merah dan Bengkak

Tanda yang paling mudah dikenali adalah ketika ujung penis terlihat merah dan bengkak, serta mengeluarkan nanah. Karena dorongan dari air seni tadi, maka lubang kemih akan menjadi bengkak.

Jika Gonore menular melalui seks oral, pasien dapat menderita peradangan pada kerongkongan. Selain itu pasien juga bisa terinfeksi di saluran dubur jika tertular lewat seks anal.


5 Pencegahan penyakit gonore yang perlu diterapkan

Agar seks tak menjadi mimpi buruk, pencegahan gonore ini perlu diperhatikan dan diterapkan:

1. Setia pada satu pasangan

Seks bebas dan bergonta-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit menular seksual, termasuk gonore. Dengan demikian, cara terbaik melakukan pencegahan penyakit gonore adalah tidak sembarangan berhubungan seks atau senantiasa setia pada satu pasangan.

Anda mungkin pernah mendengar ungkapan bahwa jika kita berhubungan seks dengan seseorang, otomatis kita juga berhubungan seks dengan partnernya di masa lalu. Semakin sering Anda bergonta-ganti pasangan, semakin besar pula kemungkinan risiko penyakit menular seksual dari partner Anda tersebut.

2. Gunakan kondom

Kondom membantu mencegah berbagai infeksi menular seksual seperti gonore, bahkan hingga 98%. Penggunaan kondom pun semakin wajib jika Anda tidak mengetahui status kesehatan partner seksual Anda. Tak dipungkiri, banyak orang yang tidak jujur dan terbuka dengan kondisi kesehatannya saat berhubungan seks sehingga penggunaan kondom menjadi wajib.

3. Cek rutin status kesehatan Anda dan pasangan

Semua kalangan yang aktif berhubungan seksual sangat dianjurkan melakukan pemeriksaan gonore secara berkala. Kelompok yang berisiko mengalami penyakit ini termasuk individu yang baru menjalani hubungan dan akan berhubungan seks, individu yang memiliki banyak pasangan, atau individu yang pasangannya menderita IMS tertentu.

4. Terbuka pada pasangan

Mengetahui status Anda dan pasangan membantu menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, tak terkecuali gonore. Hal ini harus dengan catatan bahwa Anda dan pasangan saling terbuka satu sama lain.

5. Tidak berhubungan seks jika pasangan menunjukkan gejala

Apabila pasangan dan partner Anda menunjukkan gejala infeksi menular seksual, Anda sangat disarankan untuk menunda hubungan intim terlebih dahulu. Gejala yang dapat diidentifikasi yakni ruam dan luka pada area genital pasangan, atau pasangan mengaku mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil.







Sumber: 

https://cantik.tempo.co/read/1367415/gonore-pada-wanita-mirip-infeksi-jamur-vagina-kenali-gejalanya

https://id.theasianparent.com/penyakit-gonore/


Pola Hidup Sehat

 Setiap orang pasti ingin memiliki tubuh yang sehat, namun seiring dengan berkembangnya zaman dan kesibukan, terkadang kita mejadi lupa menjalani pola hidup sehat guna menjaga kesehatan. Hasilnya, kita menjadi terjangkit berbagai macam penyakit dan tidak jarang penyakit tersebut adalah penyakit serius, maka dari itu kita perlu menerapkan pola hidup sehat.



Pengertian Pola Hidup Sehat

Apa itu pola hidup sehat ?

Pola hidup sehat adalah upaya seseorang untuk menjaga tubuhnya agar tetap sehat. Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan bergizi, olahraga secara rutin, dan istirahat yang cukup.

Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya akan menjalankan sebuah aktifitas rutin dengan memperhatikan gaya hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit baik itu karena virus penyakit ataupun karena tingkah laku yang tidak memperhatikan kondisi badan.

Pola hidup sehat selalu berhubungan dengan faktor makanan yang menyehatkan serta menjauhi dari pola makanan tidak sehat yang nantinya akan menyebabkan harihari kita menjadi suram karena timbul penyakit.

Selain dari aspek makanan yang sehat juga bergizi satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah menjaga kondisi tubuh supaya tetap bugar dengan olahraga yg teratur dan menghindari tubuh kecapekan sehingga pikiran kita stress.


Tujuan/Manfaat Pola Hidup Sehat

Tujuan atau manfaat dari pola hidup sehat tentunya untuk menjaga kesehatan tubuh supaya tidak mudah sakit. Tapi menerapkan pola hidup sehat memiliki beberapa tujuan juga, misalnya; untuk mendapatkan kesehatan jasmani dan rohani dapat selalu terjaga dan supaya memiliki kesehatan mental yang stabil sehingga tidak mudah depresi ataupun stress.


Di bawah ini ada beberapa tips pola hidup sehat yang mudah dilakukan dan pastinya akan membantu kamu untuk menjadi lebih sehat:

1. Pola Hidup Sehat Dengan Mengonsumsi Makanan Bergizi 



Makanan adalah salah satu faktor utama dalam hidup sehat. Kamu dapat mengganti makananmu dengan mengonsumsi makanan yang penuh gizi seperti rendah gula, kaya serat, dan banyak vitamin. Perbanyaklah sayur dan buah, baiknya kamu mengonsumsi lima sampai enam porsi setiap harinya. Jika merasa terlalu banyak, kamu bisa memulainya dengan mengonsumsi satu porsi setiap hari, lalu dalam waktu seminggu kamu tambah lagi satu porsi. 

2. Perbanyak Olahraga 



Rutin berolahraga bukan hanya bagian pola hidup sehat dari orang yang memiliki usia muda. Olahraga adalah kegiatan yang penting dilakukan. Berapapun usiamu, usahakan untuk tetap aktif secara fisik. Banyak orang berpikir bahwa olahraga adalah kegiatan yang melelahkan, maka tidak heran apabila saat ini semakin banyak orang yang malas untuk berolahraga.


Padahal olahraga memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan hidup kita. Olahraga juga dapat membantu kita untuk menjalani pola hidup sehat.

3. Istirahat Yang Cukup



Istirahat yang cukup adalah bagian yang penting dalam menjalani pola hidup sehat. Kebutuhan istirahat dan tidur setiap individu berbeda-beda sesuai tahap perkembangan aktivitas yang dijalani. National Sleep Foundation merekomendasikan bahwa usia dewasa muda (18-25 tahun) membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per malam. Orang yang tidak memiliki waktu tidur cukup berpotensi terkena penyakit mematikan, seperti kanker dan jantung.

4. Perbanyak Minum Air Putih Dan Gosok Gigi Secara Teratur



Banyak orang mengabaikan kesehatan mulut mereka. Biasanya hal ini baru diperhatikan apabila mereka mengalami sakit gigi atau bau tidak sedap di mulut. Padahal kesehatan  mulut sangat berkaitan erat dengan kebugaran tubuh kita. Mengapa? Karena mulut adalah tempat dimana bakteri mudah berkembang biak karena kondisinya yang lembab. Jadi apabila bakteri pada mulut dibiarkan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

5. Berpikir Positif



Secara psikologi berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan aspek positif pada diri, baik itu yang berupa potensi, semangat, tekad, maupun keyakinan diri sehingga memunculkan perasaan, perilaku, dan hal baik yang menjadi sistem berpikir.





Sumber :

https://cashbac.com/blog/pola-hidup-sehat-ternyata-mudah-dilakukan/

https://www.dosenpendidikan.co.id/pola-hidup-sehat/

Jumat, 23 Oktober 2020

Mengenal Infeksi Saluran Kemih



 1. Pengertian


Infeksi saluran kemih merupakan kondisi terjadinya infeksi di salah satu atau lebih bagian dari sistem berkemih. Sistem berkemih ini mencakup ginjal, ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran pelepasan air seni).


Sebagian besar infeksi saluran kemih yang terjadi merupakan infeksi saluran kemih bawah, yang memengaruhi kandung kemih dan uretra. Dalam hal ini, wanita diketahui berisiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan pria.


Infeksi saluran kemih yang mempengaruhi saluran kemih bawah ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan saat berkemih. Namun, bila infeksi menyebar ke saluran kemih atas dan memengaruhi ginjal, maka hal ini bisa menyebabkan konsekuensi yang lebih serius. Oleh sebab itu, infeksi saluran kemih, baik atas maupun bawah, harus ditangani dengan baik.


Bila terjadi infeksi saluran kemih atas, maka yang terpengaruh pada tubuh Anda biasanya adalah ginjal dan ureter. Kondisi ini disebut pielonefritis, atau infeksi saluran kemih pada ginjal. Ditandai dengan adanya keluhan seperti nyeri pinggang, demam tinggi, menggigil, mual, dan muntah.


Sedangkan infeksi saluran kemih bawah biasanya berkaitan dengan kandung kemih dan uretra. Kondisi ini disebut sistitis, atau infeksi saluran kemih pada kandung kemih.


Gejalanya bisa ditandai dengan keluhan seperti adanya tekanan pada perut bawah, rasa tidak nyaman pada perut bawah, dan adanya darah pada urine. Sedang uretritis, atau infeksi saluran kemih pada uretra, dapat ditandai dengan adanya rasa nyeri saat berkemih.


2. Gejala


Infeksi saluran kemih tidak selalu menunjukkan tanda-tanda atau gejala yang berat. Gejala yang timbul pun dapat berbeda antara infeksi saluran kemih bawah dan atas.


Infeksi saluran kemih bawah yang melibatkan kandung kemih dan uretra biasanya ditandai dengan adanya:


• Dorongan kuat dan persisten untuk berkemih secara tiba-tiba.

• Rasa nyeri atau tidak nyaman saat berkemih.

• Rasa tidak tuntas atau terasa ada yang tertinggal saat berkemih.

• Anyang-anyangan.

• Kekeruhan pada air seni.

• Perubahan warna air seni menjadi merah, merah muda terang, atau kecoklatan

• Aroma air seni yang menyengat.

• Nyeri pada perut bawah, terutama dialami pada wanita.

• Rasa pegal dan mudah lelah.

Sedangkan, tanda dan gejala yang umumnya terjadi pada infeksi saluran kemih atas yang melibatkan organ ginjal dan ureter adalah:


• Demam dengan suhu di atas 38oC

• Nyeri pada pinggang

• Menggigil

• Agitasi dan rasa tidak nyaman pada tubuh


3. Diagnosis


Bila Anda mengalami gejala infeksi saluran kemih, maka dokter akan melakukan pemeriksaan dan prosedur tindakan untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan mencakup:


Pemeriksaan urine, untuk melihat sel darah putih, sel darah merah, adanya bakteri pada urine, dan sebagainya. Untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi dari sampel air seni yang diambil, Anda akan diminta untuk membersihkan daerah genital sebelum berkemih. Dianjurkan pula hanya menampung air seni yang keluar di tengah-tengah proses berkemih, dengan tidak menampung air seni yang pertama keluar dan saat di akhir berkemih.

• Pemeriksaan kultur urine, dilakukan untuk memastikan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi serta pengobatan yang paling efektif untuk menanganinya.

• Pencitraan saluran kemih, dilakukan bila infeksi terjadi berulang kali dan dokter mencurigai adanya kelainan anatomis atau struktural dari saluran kemih. Dalam hal ini, dokter biasanya menganjurkan pemeriksaan ultrasonografi (USG), computerized tomography (CT) scan, atau magnetic resonance imaging (MRI).

• Pemeriksaan sistoskopi, yang dapat dilakukan bila pemeriksaan penunjang lain dinilai belum cukup untuk mengatasi infeksi saluran kemih yang terjadi. Sistoskopi dilakukan dengan cara memasukkan alat sistoskop, yang merupakan tuba panjang dan tipis yang memiliki lensa, untuk melihat ke dalam saluran kencing dan kandung kemih.


4. Pengobatan


Infeksi saluran kemih yang ringan umumnya ditangani dengan pemberian antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Gejala akan mereda sekitar tiga hari setelah memulai pengobatan. Tetap pastikan bahwa antibiotik yang diberikan oleh dokter dihabiskan sesuai jumlah hari yang dianjurkan walaupun keluhan sudah teratasi. Selain itu, dokter juga umumnya akan meresepkan obat antinyeri untuk mengatasi gejala nyeri yang timbul.


Untuk infeksi saluran kemih yang berulang, dokter bisa saja meresepkan antibiotik untuk jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, juga dibutuhkan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab infeksi saluran kemih yang terjadi cukup sering atau berulang dalam waktu dekat.


5. Pencegahan


Bila seseorang sering mengalami infeksi saluran kemih, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi berulang, seperti :


• Menjaga kondisi hidrasi tubuh dengan memastikan konsumsi air minum yang rutin dan mencukupi kebutuhan harian.

• Menjaga kebersihan anus dan membersihkannya dari arah depan ke belakang saat selesai buang air di toilet.

• Mencuci tangan dengan benar, khususnya usai melakukan aktivitas di toilet

• Berkemih dan membesihkan diri setelah berhubungan seksual.

• Menggunakan pakaian dalam yang terbuat dari katun dan menghindari bahan sintetis seperti nilon.


 6. Penyebab


Pada umumnya infeksi saluran kemih terjadi karena bakteri Escherichia coli atau E.coli. Bakteri ini biasanya hidup di dalam saluran cerna. Bakteri dapat masuk ke dalam saluran uretra, jika Anda kurang memperhatikan kebersihan area organ intim –khususnya usai proses buang air kecil atau besar.

SCABIES

       Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat den...