Minggu, 08 November 2020

SCABIES

 



     Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang.

Scabies menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik yang dekat dalam keluarga, kelompok penitipan anak, kelas sekolah, panti jompo atau penjara.


Karena kudis sangat menular, dokter sering merekomendasikan pengobatan untuk seluruh keluarga atau kelompok kontak.


Gejala Kudis

  • Gejala scabies yang muncul bisa bervariasi, tergantung apakah kamu sudah pernah terkena tungau sebelumnya atau tidak. Saat seseorang terkena tungau kudis pertama kali, diperlukan waktu sampai 2-6 minggu sampai gejala timbul. Jangka waktu tersebut akan lebih pendek pada serangan berikut nya karena sistem kekebalan tubuh lebih cepat bereaksi, yaitu 1-4 hari.

  • Gejala scabies yang paling umum adalah rasa gatal yang dapat memburuk di malam hari, karena pada saat itulah, tungau kudis menaruh telurnya ke dalam kulit. Gatal sering dirasakan di sela-sela jari, ketiak, selangkangan, dan daerah lipatan lain.

  • Selain gatal, ruam dan jejak seperti galian yang tipis dan tidak teratur juga bisa muncul ketika tungau menggali ke dalam kulit. Ruam akibat kudis juga bisa menjadi luka bila pengidap menggaruk kulitnya. Hati-hati, luka terbuka bisa menyebabkan impetigo.


Cara pengobatan penyakit scabies

Scabies biasanya didiagnosis dengan cara melihat sejarah pasien dan pemeriksaan fisik lesi atau benjolan. Tes-tes diagnosa yang bisa dilakukan oleh dokter meliputi:


1. Memeriksa gerut atau goresan pada kulit untuk mengidentifikasi tungau atau telurnya.


2. Dermoscopy (pemeriksaan kulit) menggunakan dermoscope genggam untuk mencari tungau.


3. Dokter menggunakan pita perekat yang kuat kemudian ditempelkan pada kulit. Setelah itu perekat dilepaskan dan dilhat di bawah mikroskop untuk memeriksa tungau.


4. Aplikasikan krim tropikal

Pengobatan yang bisa dicoba untuk mengobati penyakit Scabies, bisa menggunakan krim topikal, seperti permetrin atau Elimite, yang diaplikasikan langsung ke kulit dari leher ke telapak kaki. Krim harus dipakai semalaman kemudian dicuci setelah 8 sampai 14 jam.

Biasanya pemakaian krim untuk kedua kalinya dianjurkan satu sampai dua minggu setelahnya. Krim topikal lainnya juga termasuk krim atau losion crotamiton, crotan, eurax, lindane namun tidak dianjurkan sebagai pilihan pertama pengbatan karena adanya resiko kejang, salep sulfur, dan benzil benzoat.


5. Obat Oral

The Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan dosis 200 mcg / kg sebagai dosis tunggal, yang diulang dalam dua minggu.


6. Antihistamin

untuk mengobati rasa gatal, kmau dapat mengkonsumsi obat seperti diphenhydramine (Benadryl) yang juga membantu tidur nyenyak.





Sumber:

https://amp.kompas.com/health/read/2020/10/07/180300868/scabies-atau-kudis--gejala-penyebab-dan-cara-mengobati

https://www.halodoc.com/kesehatan/kudis

https://m.liputan6.com/health/read/3920586/penyakit-scabies-kudis-penyebab-dan-gejala-serta-pegobatannya

Osteoporosis

 


Osteoporosis adalah penyakit tulang yang ditandai dengan menurunnya kepadatan tulang secara keseluruhan. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan tubuh mengatur kandungan mineral dalam tulang dan disertai rusaknya bagian dalam tulang. Tulang pun menjadi keropos dan rentan mengalami patah tulang.


Cedera yang umum terjadi pada penderita osteoporosis adalah:

  • Retak tulang pergelangan tangan
  • Retak tulang pinggul
  • Retak tulang belakang


A. Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala osteoporosis (tulang keropos)?

Gejala utama dari osteoporosis yang bisa terasa adalah tulang mudah patah karena insiden kecil, seperti terjatuh, terpeleset, bersin, dan lain sebagainya.


Akan tetapi, seiring berjalannya waktu dapat muncul beberapa gejala osteoporosis lainnya, di antaranya adalah:

  • Nyeri tulang punggung bawah.
  • Nyeri leher.
  • Postur tubuh bungkuk.
  • Penurunan tinggi badan secara bertahap.
  • Mudah sekali mengalami patah tulang.

Jika kondisi tersebut tidak segera diobati, tulang yang keropos bisa semakin memburuk dari waktu ke waktu. Ketika struktur dan komposisi tulang sudah semakin menipis dan melemah, risiko patah tulang kemudian meningkat.


B. Penyebab dan Faktor Risiko Osteoporosis 

Osteoporosis disebabkan oleh menurunnya kemampuan tubuh untuk meregenerasi tulang. Hal ini berdampak pada berkurangnya kepadatan tulang. Penurunan kemampuan regenerasi ini biasanya akan dimulai saat seseorang memasuki usia 35 tahun.

Selain faktor usia, berikut ini adalah beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis:


  1. Berjenis kelamin wanita, terutama setelah menopause
  2. Memiliki keluarga dengan riwayat osteoporosis
  3. Mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium
  4. Mengalami kekurangan vitamin D dan kalsium
  5. Mengalami gangguan hormonal dan penyakit tertentu, seperti penyakit Crohn atau malabsorbsi
  6. Mengonsumsi obat kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama
  7. Mengalami kecanduan alkohol
  8. Merokok



C. Pengobatan Osteoporosis

Pengobatan osteoporosis yang akan diberikan tergantung pada tingkat keparahannya. Jika penderita osteoporosis sangat berisiko untuk mengalami patah tulang, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meningkatkan kepadatan tulang, seperti:

  • Bifosfonat
  • Antibodi monoklonal
  • Terapi hormon

Jika diperlukan, penderita osteoporosis dapat diberikan obat yang bisa meningkatkan pembentukan tulang, seperti teriparatide dan abaloparatide.


D. Pencegahan Osteoporosis

Penyebab osteoporosis bisa dicegah dengan menghindari penyebab-penyebabnya. Rajin olahraga dan memenuhi kebutuhan vitamin D serta nutrisi lain yang dibutuhkan tulang dan kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa menurunkan resiko osteoporosis yang mungkin Anda miliki.





Sumber:

https://amp.kontan.co.id/news/penyebab-osteoporosis-meningkat-karena-faktor-faktor-ini

https://www.alodokter.com/osteoporosis

https://hellosehat.com/muskuloskeletal/osteoporosis/pengertian-osteoporosis/

https://m.klikdokter.com/penyakit/osteoporosis


Leukimia

 




Leukimia adalah kanker yang menyerang sumsum tulang belakang. Sumsum tulanglah yang biasanya memproduksi sel darah putih, sel darah merah, serta trombosit. Leukimia terjadi saat proses produksi yang normal ini terganggu. Gangguan tersebut akan menyebabkan terjadinya sel-sel sumsum muda yang disebut “leukemic blasts“. Sel “leukemic blast“ ini kemudian akan mengalahkan jumlah sel-sel sumsum normal yang menyebabkan berkurangnya sel darah yang normal.


Penyebab leukimia : 


1. terapi

Kemoterapi merupakan cara untuk mengobati penyakit menggunakan zat kimia. Pengobatan secara kemoterapi memiliki beberapa efek samping seperti rambut rontok, mual, diare, dan infeksi.

2. Faktor genetik

Salah satu penyebab leukemia pada anak adalah faktor genetik.  penelitian anak yang mempunyai saudara kembar penderita leukemia sebelum umur 7 tahun, berisiko 2 kali lebih tinggi menderita leukimia dibandingkan dengan anak kembar yang tidak menderita leukemia.

3. Radiasi ion

Radiasi ion adalah salah satu faktor penyebab terjadinya leukemia. Besarnya risiko tergantung dari waktu paparan, tingkat radiasi, serta usia orang tersebut.

4. Radiasi non-ion

Contoh radiasi yang bersifat non-ion adalah radiasi medan elektromagnetik. Radiasi tersebut terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang dapat meningkatkan resiko leukemia.

5. Menderita down’s syndrome

Hubungan antara down’s syndrome dan leukemia sudah diketahui lebih dari 50 tahun. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pasien down syndrome memiliki risiko 10-20 kali lebih tinggi daripada populasi umum.

6. Alkohol

Wanita yang mengonsumsi alkohol selama masa kehamilannya dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia.

7. Riwayat reproduksi orang tua

Faktor reproduksi orang tua dapat berpengaruh terhadap risiko leukemia pada anak. Menurut penelitian, wanita yang pernah mengalami keguguran sebanyak 2 kali atau lebih, memiliki risiko lebih tinggi untuk mempunyai anak yang menderita leukemia.

8. Kurangnya pemberian ASI

Menyusui merupakan salah satu langkah awal untuk menghasilkan imunitas pasif pada anak yang baru lahir. Pemberian ASI dapat melindungi anak dari berbagai jenis infeksi.

9. Faktor ekonomi

Salah satu alasan utama rendahnya angka ketahanan hidup penderita leukemia di Indonesia adalah karena penolakan pengobatan. Hal tersebut dapat dihubungkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat.

Sebuah penelitian dilakukan di rumah sakit di Indonesia dengan 164 pasien terdiagnosa leukemia.

10. Penggunaan bahan kimia di rumah tangga

Penggunaan bahan kimia di rumah menjadi salah satu faktor peningkatan leukemia pada anak.


Tanda dan gejala leukimia yang umum dirasakan, antara lain:


  1. Demam atau kedinginan
  2. Kelelahan terus-menerus
  3. Mengalami infeksi yang parah
  4. Penurunan berat badan
  5. Pembengkakan pada kelenjar getah bening
  6. Terjadi pembesaran hati atau limpa
  7. Mudah berdarah atau memar
  8. Mimisan secara berulang
  9. Muncul bintik-bintik kecil di kulit

Selain itu, penderita penyakit leukimia juga akan mengalami nyeri pada tulang dan mengeluarkan keringat berlebih, terutama pada malam hari.



Pengobatan Leukemia:

  • Kemoterapi, yaitu metode pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat dapat berbentuk tablet minum atau suntik infus.
  • Terapi imun atau imunoterapi, yaitu pemberian obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan sel kanker. Jenis obat yang digunakan, misalnya interferon.
  • Terapi target, yaitu penggunaan obat-obatan untuk menghambat produksi protein yang digunakan sel kanker untuk berkembang. Contoh jenis obat yang bisa digunakan adalah penghambat protein kinase, seperti imatinib.
  • Radioterapi, yaitu metode pengobatan untuk menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi.
  • Transplantasi sumsum tulang, yaitu prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.


Pencegahan Leukemia : 

Belum ada cara yang efektif untuk mencegah leukemia hingga saat ini. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko Anda terkena leukemia, di antaranya:


  • Melakukan olahraga secara teratur.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menggunakan alat pelindung diri, terutama jika Anda bekerja di lingkungan yang rentan terpapar bahan kimia, seperti benzena.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi kanker sejak dini, terutama jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga.




Sumber:

https://id.parkwaycancercentre.com/informasi-kanker/jenis-kanker/apakah-itu-leukimia/

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/

https://www.alodokter.com/leukemia

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/leukimia/

https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/


Rabu, 04 November 2020

Bronkitis

 


Bronkitis merupakan peradangan yang menyerang saluran utama pernapasan atau disebut juga bronkus. Bronkus sendiri merupakan saluran pernapasan yang berfungsi untuk membawa udara dari paru-paru maupun sebaliknya. Gejala umum penyakit ini yaitu penderita mengalami batuk tak berkesudahan selama satu hingga dua minggu atau bahkan lebih. Berikut hal mengenai penyakit ini yang patut Anda ketahui:

Bronkus adalah percabangan dari trakea yang memproduksi lendir untuk menangkap debu dan partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran napas. Penyakit bronkitis merupakan peradangan dari lapisan cabang tenggorokan yang membawa udara dari dan ke paru-paru. Penyakit ini berkembang ketika infeksi dan iritasi memengaruhi bronkus dan menyebabkan bronkus memproduksi lebih banyak lendir dari keadaan normal, sehingga tubuh akan berusaha mengeluarkan lendir dengan batuk.


Penderita bronkitis biasanya sering batuk disertai dengan lendir dengan warna yang berbeda-beda. Penyakit bronkitis bisa akut dan kronik. Bronkitis akut sangat umum disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, sedangkan bronkitis kronik adalah kondisi yang lebih serius, dimana terdapat iritasi atau peradangan pada lapisan cabang tenggorokan dan biasanya disebabkan karena merokok.  


Berdasarkan lama terkenanya, bronkitis dibagi menjadi 2 tipe: 


Bronkitis akut. 

Pada bronkitis akut gejala batuk akan berlangsung selama 5 hari sampai beberapa minggu. 

  • Produksi lendir yang bisa berubah warna dari putih, kuning, hijau dan tidak jarang disertai darah
  • Demam ringan dan meriang
  • Sakit tenggorokan
  • Badan terasa selalu lelah

Ketika seseorang menderita penyakit bronkitis akut, penderita mungkin akan mengalami gejala seperti kedinginan atau merasakan sakit di seluruh badan. Gejala tersebut akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu, dan penderita akan terus mengalami batuk yang tiada henti dalam beberapa minggu.


Bronkitis kronis. 

Kondisi ini adalah jika gejala-gejala di atas berlangsung selama lebih dari 3 bulan. 

  • Batuk yang terus menerus selama lebih dari 3 bulan dan serangan berulang 2 tahun berturut-turut yang disertai dahak jernih, kuning, putih atau hijau
  • Bersin
  • Rasa tidak nyaman pada dada
  • Napas yang pendek


Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan pilek dan flu. Walaupun lebih jarang, bakteri kadang menyebabkan bronkitis. Virus mengandung jutaan partikel yang keluar dari mulut atau hidung ketika seseorang batuk atau bersin. Virus tersebut akan tinggal di udara untuk sementara waktu, dan kemudian menetap di berbagai permukaan seperti dinding atau meja. Virus ini dapat tetap aktif selama lebih dari 24 jam.


Apabila seseorang menyentuh tempat yang telah terpapar virus, mereka dapat menyebarkan virus tersebut dengan cara menyentuh orang lain. Antibiotik tidak membunuh virus, sehingga pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak terlalu berefek untuk mengobati bronkitis. Penyebab umum dari penyakit bronkitis adalah karena merokok. polusi udara, debu dan gas beracun dalam lingkungan atau tempat kerja juga merupakan salah satu penyebab penyakit bronkitis.


Faktor-faktor yang dapat memicu penyakit bronkitis:


Merokok. 

Perokok aktif dan perokok pasif memiliki risiko yang lebih tinggi terkena bronkitis akut dan bronkitis kronik.

Daya tahan tubuh rendah. 

Penyakit bronkitis dapat juga sebagai akibat dari penyakit lain seperti pilek, atau kondisi kronik yang memengaruhi sistem imun. Orang yang lebih tua, bayi dan anak-anak memiliki kondisi yang lebih mudah terserang penyakit tersebut.

Terkontaminasi kuman penyebab dalam pekerjaan.

 Risiko terkena penyakit bronkitis lebih besar ketika seseorang bekerja di lingkungan yang tercemar, seperti pabrik tekstil, atau terpapar zat kimia.

Sakit maag. 

Naiknya asam lambung dapat mengiritasi kerongkongan dan tenggorokan sehingga dapat memicu bronkitis.




Sumber :

https://lifepack.id/penyakit-bronkitis-gejala-penyebab-dan-penanganan/ 0362-21146

 https://www.bulelengkab.go.id/detail/artikel/bronkitis-22

https://www.sehatq.com/artikel/bronkitis-kronis-gejala-penyebabnya

https://www.suara.com/health/2019/09/12/151000/mengenal-gejala-awal-bronkitis-penyakit-yang-pernah-diderita-bj-habibie



SCABIES

       Scabies atau kudis adalah kondisi kulit gatal yang disebabkan oleh kutu kecil bernama Sarcoptes scabiei yang tidak bisa terlihat den...