Leukimia adalah kanker yang menyerang sumsum tulang belakang. Sumsum tulanglah yang biasanya memproduksi sel darah putih, sel darah merah, serta trombosit. Leukimia terjadi saat proses produksi yang normal ini terganggu. Gangguan tersebut akan menyebabkan terjadinya sel-sel sumsum muda yang disebut “leukemic blasts“. Sel “leukemic blast“ ini kemudian akan mengalahkan jumlah sel-sel sumsum normal yang menyebabkan berkurangnya sel darah yang normal.
Penyebab leukimia :
1. terapi
Kemoterapi merupakan cara untuk mengobati penyakit menggunakan zat kimia. Pengobatan secara kemoterapi memiliki beberapa efek samping seperti rambut rontok, mual, diare, dan infeksi.
2. Faktor genetik
Salah satu penyebab leukemia pada anak adalah faktor genetik. penelitian anak yang mempunyai saudara kembar penderita leukemia sebelum umur 7 tahun, berisiko 2 kali lebih tinggi menderita leukimia dibandingkan dengan anak kembar yang tidak menderita leukemia.
3. Radiasi ion
Radiasi ion adalah salah satu faktor penyebab terjadinya leukemia. Besarnya risiko tergantung dari waktu paparan, tingkat radiasi, serta usia orang tersebut.
4. Radiasi non-ion
Contoh radiasi yang bersifat non-ion adalah radiasi medan elektromagnetik. Radiasi tersebut terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang dapat meningkatkan resiko leukemia.
5. Menderita down’s syndrome
Hubungan antara down’s syndrome dan leukemia sudah diketahui lebih dari 50 tahun. Beberapa penelitian menyatakan bahwa pasien down syndrome memiliki risiko 10-20 kali lebih tinggi daripada populasi umum.
6. Alkohol
Wanita yang mengonsumsi alkohol selama masa kehamilannya dapat meningkatkan risiko terjadinya leukemia.
7. Riwayat reproduksi orang tua
Faktor reproduksi orang tua dapat berpengaruh terhadap risiko leukemia pada anak. Menurut penelitian, wanita yang pernah mengalami keguguran sebanyak 2 kali atau lebih, memiliki risiko lebih tinggi untuk mempunyai anak yang menderita leukemia.
8. Kurangnya pemberian ASI
Menyusui merupakan salah satu langkah awal untuk menghasilkan imunitas pasif pada anak yang baru lahir. Pemberian ASI dapat melindungi anak dari berbagai jenis infeksi.
9. Faktor ekonomi
Salah satu alasan utama rendahnya angka ketahanan hidup penderita leukemia di Indonesia adalah karena penolakan pengobatan. Hal tersebut dapat dihubungkan dengan faktor sosial ekonomi masyarakat.
Sebuah penelitian dilakukan di rumah sakit di Indonesia dengan 164 pasien terdiagnosa leukemia.
10. Penggunaan bahan kimia di rumah tangga
Penggunaan bahan kimia di rumah menjadi salah satu faktor peningkatan leukemia pada anak.
Tanda dan gejala leukimia yang umum dirasakan, antara lain:
- Demam atau kedinginan
- Kelelahan terus-menerus
- Mengalami infeksi yang parah
- Penurunan berat badan
- Pembengkakan pada kelenjar getah bening
- Terjadi pembesaran hati atau limpa
- Mudah berdarah atau memar
- Mimisan secara berulang
- Muncul bintik-bintik kecil di kulit
Selain itu, penderita penyakit leukimia juga akan mengalami nyeri pada tulang dan mengeluarkan keringat berlebih, terutama pada malam hari.
Pengobatan Leukemia:
- Kemoterapi, yaitu metode pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat dapat berbentuk tablet minum atau suntik infus.
- Terapi imun atau imunoterapi, yaitu pemberian obat-obatan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu tubuh melawan sel kanker. Jenis obat yang digunakan, misalnya interferon.
- Terapi target, yaitu penggunaan obat-obatan untuk menghambat produksi protein yang digunakan sel kanker untuk berkembang. Contoh jenis obat yang bisa digunakan adalah penghambat protein kinase, seperti imatinib.
- Radioterapi, yaitu metode pengobatan untuk menghancurkan dan menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan menggunakan sinar radiasi berkekuatan tinggi.
- Transplantasi sumsum tulang, yaitu prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan sumsum tulang yang sehat.
Pencegahan Leukemia :
Belum ada cara yang efektif untuk mencegah leukemia hingga saat ini. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko Anda terkena leukemia, di antaranya:
- Melakukan olahraga secara teratur.
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Menggunakan alat pelindung diri, terutama jika Anda bekerja di lingkungan yang rentan terpapar bahan kimia, seperti benzena.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi kanker sejak dini, terutama jika Anda memiliki riwayat kanker dalam keluarga.
Sumber:
https://id.parkwaycancercentre.com/informasi-kanker/jenis-kanker/apakah-itu-leukimia/
https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/
https://www.alodokter.com/leukemia
https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/leukimia/
https://www.gooddoctor.co.id/tips-kesehatan/penyakit/penyebab-leukemia/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar